okey, jikalau berbicara tentang hal ini, maka sedikit banyak kita akan bersinggungan dan "terjebak" dalam kata-kata yang mungkin sedikit vulgar, untuk itu dalam diskusi saya mengajak teman-teman untuk meminimalisir kata yang berunsur negatif (jorok) , bukan malah sebaliknya, malah "menjebakkan diri", haha.
saya pribadi akan berusaha memakai kata-kata pengandaian agar kesannya lebih sopan. kalaupun ternyata ada yang terlalu berlebihan, maka sudilah memaklumi kemesuman saya >.<
dewasa ini, berbagai macam pola kebebasan remaja dalam bertingkah laku saat berpacaran mulai melewati batas norma yang ada. jika dahulu berpegangan tangan saja sudah tabu, saat ini bisa kita lihat sendiri, di jalan, di pusat keramaian seperti mall atau plaza, bahkan saat masih dalam wilayah sekolah atau kampus sekalipun kita tak segan dalam bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, bahkan yang lebih dari itu (tebak sendiri).
itu kita lakukan dengan ALASAN untuk menunjukkan cinta kita pada pasangan.
"Cinta Tanpa Cipok, ibarat berak enggak Cebok"
mungkin "peribahasa" diatas bisa kita jadikan penggambaran, betapa mudahnya melakukan tindakan asusila dengan alasan cinta.
alasan karna cinta. begitu mudahkan menyalahkan cinta atas perilaku ini ? saya pribadi tidak berpikir seperti itu. karna cinta tak pernah salah. yang salah adalah individunya, tak pintar dalam mengapreasikan perasaan cinta sesuai norma yang sedari dulu telah ditetapkan.
mungkin, akan beda ceritanya jika kita mengadopsi kebebasan berprilaku ala bangsa barat.
namun mari kita buka mata bersama lebar-lebar, BUMI BELAHAN MANA yang kita injak sekarang.
awalnya hanya "kissing", karna penasaran melanjutkan ke "petting", kepalang basah ya udah "making", ujung-ujungnya baru "pening".
tak perawan atau perjaka lagi.
akan tetapi lagi-lagi banyak yang berkilah, "ahh kalau sudah cinta, ngapain juga mikir virgin gak virgin". atau seperti ini "apalah artinya seonggok darah, toh aku cinta dia apa adanya". dan yang lebih parah "diam lah kau njrot, sukak-sukak ati aku lah, toh sama-sama enak kok, lagiankan aku yang ngerasain bukan kau, kok kau pulak yang sibuk !!".
iya, kalimat di atas memang 'BENAR'. BENAR-BENAR MEMBUTAKAN karna begitu dahsyat efek cinta sehingga kita bisa melupakan sesuatu yang penting.
melupakan sesuatu ?
ya, kita lupa bagaimana saat dia yang kita kasihi DIJAMAH orang lain sebelum kita.
cinta dia apa adanya ? bukankah kalimat ini bermakna "keterpaksaan" ?? dalam arti, mau tak mau ya harus mau.
sama-sama enak ? kalau begitu kenapa juga om-om senang dan para tante girang mencari virgin ketimbang yang tidak kalau ternyata sama enaknya ?
kenapa juga saya bilang penting ?
bayangkan saja, itu adalah ANUGRAH SATU-SATUNYA YANG TAK AKAN PERNAH KEMBALI.
ibarat nyawa, begitu dicabut tak akan pernah datang lagi. kita bilang bisa di operasi ? dokter mana yang bisa membuatnya sempurna seperti ciptaan Tuhan yang asli ? kalaulah ada dokter seperti itu, tolong beritahu saya, saya ingin belajar dengannya untuk mempraktekkannya pada istri saya kelak.
ehm....
kita lanjutken.
jadi bagaimana bila sudah kepalang basah ? apakah harus mandi sekalian ? apakah orang yang masih virgin lantas bisa sesuka hati mencerca dan mencerca orang yang tak virgin lagi ?
nasi tak selamanya menjadi bubur, bisa saja menjadi kerak, dijemur dan digoreng jadi kerupuk deh. dalam artian masih dan akan selalu dapat berguna bagi yang lain. hanya berpikir saja, timbanglah dari sisi baik dan buruknya dari apa yang kita lakukan sekarang, lebih condong kemana.
dan kita-kita yang masih virgin, sudah seberat apa pahala kita mampu menghakimi orang lain ? bisa saja keperawanan orang hilang dengan tidak sengaja, bukan ?. ntah itu karna gerakan dalam olahraga ataupun karna pemerkosaan.
maka atas dasar semua ini, saya berkeyakinan bahwa bukanlah CINTA yang utama dalam mempersatukan. namun lebih kepada KEIKHLASAN.
kenapa begitu ?
sebagai contoh, saat kita mulai menerima kehadiran seseorang, selayaknyalah kita untuk menerima segala kelebihan dan kekurangannya dengan ikhlas,bukan dengan cinta, yang dalam kasus ini, biarpun pasangan kita tidak virgin lagi.
karna cinta dan sayang mudah datang dan pergi, namun ikhlas, walaupun susah untuk menghadirkannya, InsyaAllah ia akan bertahan. termasuk saat kita mengikhlaskan kepergiannya, tak kan ada rasa sesal yang tertinggal.
bukan berarti perawan itu tak penting. tapi juga tak lantas menjadikannya di atas segalanya. toh, kesempatan bukan cuma datang sekali, kesempatan untuk jadi lebih baik akan selalu ada, jikalau kita sendiri yang membuat kesempatan tersebut.
maaf bila ada kata-kata yang menjurus kasar, namun saya disini hanya berusaha menunjukkan kenyataan. tak ada maksud saya untuk menceramahi, karna kita semua masih dalam proses belajar.
ambil baiknya, namun jangan buang buruknya. jadikan yang buruk itu sebagai perbandingan si baik, sudah sampai mana "kesempurnaan" kita sebagai makhluk.
wassalam :D
dikutip dari catatan yang beralamat dibawah ini :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=223842404373
REGARD
Kamis, 07 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar